Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin)
Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin) Oleh: Ustadz Abu Hakim Al Jawi dan Andrian Dharma Yudhistira Dari suara azan beralih ke pidato komunis. Namanya Ahmad Aidit. Orang Belitung. Bapaknya ulama yang merupakan pendiri sekolah Muhammadiyah. Kampungnya Minangkabau. Dia juga dikenal taat beragama dalam Islam. Masa kecilnya santri yang rajin mengaji. Dulu sebelum ada yang disebut TOA, suaranya lantang dan merdu untuk mengumandangkan azan dan membaca Al-Qur'an. Jadi kalau azan, suara Aidit saja yang menggema ke kampung. Orang kampung bangga karena dia adalah anak dari seorang ulama. Dia juga dikenal sebagai santri yang cerdas. Sorot matanya tajam. Ayat-ayat Al-Qur’an fasih. Dia sering diminta tampil di acara-acara keagamaan. Semua orang yakin dia bakal jadi penerus ayahnya. Dia menjadi tokoh Islam di Belitung. Jadi penggerak dakwah. Namun, Jakarta menelannya. Sekolah Dagang. Dia beralih pindah tinggal di kota besar (metropolitan) dan...