Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam




Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam


Khilafah merupakan proses penggantian kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, ideologi dalam negara Islam adalah Islamisme yang berarti ajaran Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan hadits Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Sebutan bagi pimpinannya adalah "khalifah" atau "amirul mu'minin" (pemimpin orang-orang beriman).


Khilafah bukan ideologi, melainkan istilah yang digunakan dalam proses pemilihan khalifah (pemimpin) oleh para sahabat Nabi Muhammad zaman dahulu kala. Arti khilafah sendiri adalah pengganti. Artinya, khilafah adalah pengganti kepemimpinan untuk memimpin wilayah kekuasaan Islam, bukan pengganti kenabian Baginda Nabi Besar Muhammad Saw.


Dalam Islam, khilafah secara umum diartikan sebagai suatu istilah pemilihan kepemimpinan umat Islam untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia, baik melalui lembaga pemerintahan yang dipimpin seorang khalifah, maupun sebagai amanah setiap individu untuk memakmurkan dan membangun kemaslahatan di muka bumi.


“Kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.” (Taqiyuddin An Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, 2/13).


Zaman Kekhalifahan Islam terbagi menjadi 4 kekhalifahan. Di antaranya adalah sebagai berikut:


1. Kekhalifahan Khulafaur Rosyidin (10—40 H/632—661 M)


Khulafaur Rosyidin (الخلفاء الراشدین) adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada empat khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Secara harfiah, istilah ini berasal dari bahasa Arab.


Khulafa’u (خلفاء) adalah bentuk jamak dari khalīfah yang artinya "pengganti". Rosyidin (راشدين) adalah bentuk jamak dari rosyid yang artinya "bijaksana". Bila digabungkan, maka akan memiliki arti "pengganti (Nabi Besar Muhammad Saw) yang bijaksana (dari Alloh Swt). Disebut Khulafaur Rosyidin adalah karena mereka adalah para sahabat Nabi Muhammad Saw yang mendapatkan petunjuk dari Alloh Swt melalui malaikat Jibril As melalui Nabi Besar Muhammad Saw.


Khulafaur Rosyidin berdiri tepat di hari wafatnya Baginda Nabi Besar Muhammad Saw, yaitu tahun 11 H atau 632 M. Terdiri dari 5 orang sahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian dan berdasarkan musyawarah para sahabat Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Mereka adalah sebagai berikut:


1.1) Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a (tahun 11—13 H/632—634 M (2 tahun))


1.2) Sayyidina 'Umar bin Khaththab r.a (tahun 13—23 H/634—644 M (10 tahun))


1.3) Sayyidina 'Utsman bin 'Affan r.a (tahun 23—36 H/644—656 M (12 tahun))


1.4) Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib r.a (tahun 36—41 H/656—661 M (5 tahun))


1.5) Sayyidina Al-Hasan bin 'Ali r.a (tahun 41 H/661 M (kurang dari setahun))


Masa kekuasaan di tangan Khulafaur Rosyidin adalah selama kurang lebih 29 tahun dengan Khalifah terakhirnya adalah Sayyidina Hasan bin 'Ali bin Abi Thalib Ra.


***


2. Kekhalifahan Bani Umayyah (41—132 H/661—750 M)


Kekhalifahan ini berpusat di Syiria (sekarang Suriah), tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu Kekhalifahan Bani Umayyah selama 89 tahun, setelah era Khulafaur Rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah bin Abi Sufyan, sedangkan khalifah terakhirnya adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:


2.1) Mu'awiyyah bin Abi Sufyan (41—60 H/661—680 M (19 tahun))


2.2) Yazid bin Mu'awiyah (60—63 H/680—683 M (3 tahun))


2.3) Mu'awiyah bin Yazid (63—64 H/683—684 M (1 tahun))


2.4) Marwan bin Hakam (64—65 H/684—685 M (1 tahun))


2.5) Abdul Malik bin Marwan (65—86 H/685—705 M (20 tahun))


2.6) Walid bin 'Abdul Malik (86—96 H/705—715 M (10 tahun))


2.7) Sulaiman bin 'Abdul Malik (96—98 H/715—717 M (2 tahun))


2.8) 'Umar bin 'Abdul 'Aziz (98—102 H/717—720 M (3 tahun))


2.9) Yazid bin 'Abdul Malik (102—106 H/720—724 M (4 tahun))


2.10) Hisyam bin Abdul Malik (106—125 H/724-743 M (19 tahun))


2.11) Walid bin Yazid (125—126 H/743—744 M (kurang dari setahun))


2.12) Yazid bin Walid (126 H/744 M (kurang dari setahun)


2.13) Ibrahim bin Walid (126 H/744 M (kurang dari setahun))


2.14) Marwan bin Muhammad (126—132 H/744—750 M (6 tahun))


Sebenarnya, Kekhalifahan Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah karena satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke Semenanjung Iberia dan masuk ke wilayah Spanyol. Di Spanyol, mereka kemudian mendirikan kekhalifahan tersendiri yang terlepas dari Kekhalifahan Bani 'Abbasiyyah dan masih menggunakan nama Kekhalifahan Bani Umayyah.


***


3. Kekhalifahan Bani Abbasiyyah (132—923 H/750—1.517 M)


Setelah Kekhalifahan Bani Umayyah runtuh, kekhalifahan beralih ke tangan Kekhalifahan Bani 'Abbasiyyah yang berpusat di Baghdad (sekarang adalah ibukota Irak). Total masa berlaku kekhalifahan ini adalah kurang lebih selama 767 tahun. Khalifah pertama adalah Abdullah Abbas As-Saffah, sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil 'Alallah III.


Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:


Periode Pertama (Baghdad (sekarang ibukota Irak) Sebagai Pusat Kekhalifahan)


3.1) Abdullah Abbas As-Saffah (132—137 H/750—754 M (4 tahun))


3.2) Abdullah Al-Manshur (137—158 H/754—775 M (21 tahun))


3.3) Muhammad Al-Mahdi (158—169 H/775—785 M (10 tahun))


3.4) Musa Al-Hadi (169—170 H/785—786 M (1 tahun))


3.5) Harun Ar-Rasyid (170—193 H/786—809 M (23 tahun))


3.6) Muhammad Al-Amiin (193—197 H/809—813 M (4 tahun))


3.7) Abdullah Al-Ma'mun (197—218 H/813—833 M (20 tahun)


3.8) Muhammad Al-Mu'tashim Billah (218—227 H/833—842 M (9 tahun))


3.9) Harun Al-Watsiq Billah (227—233 H/842—847 M (5 tahun))


3.10) Ja'far Al-Mutawakil 'Ala al-Allah (233—247 H/847—861 M (14 tahun)


3.11) Muhammad Al-Muntashir Billah (247—248 H/861—862 M (1 tahun))


3.12) Ahmad Al-Musta'in Billah (248—252 H/862—866 M (4 tahun))


3.13) Muhammad Al-Mu'taz Billah (252—255 H/866—869 M (3 tahun))


3.14) Muhammad Al-Muhtadi Billah (255—256 H/869—870 M (1 tahun))


3.15) Ahmad Al-Mu'tamid 'Alallah (256—279 H/870—892 M (22 tahun))


3.16) Ahmad Al-Mu'tadhid Billah (279—289 H/892—902 M (10 tahun))


3.17) 'Ali Al-Muktafi Billah (289—295 H/902—908 M (6 tahun))


3.18) Ja'far Al-Muqtadir Billah (295—320 H/908—932 M (24 tahun))


3.19) Muhammad Al-Qahir Billah (320—322 H/932—934 M (2 tahun)


3.20) Muhammad Ar-Radli Billah (322—328 H/934—940 M (6 tahun))


3.21) Ibrahim Al-Muttaqi Lillah (328—333 H/940—944 M (4 tahun))


3.22) 'Abdullah Al-Mustakfi Billah (333—335 H/944—946 M (2 tahun))


3.23) Fadhl Al-Muthi' Lillah (335—363 H/946—974 M (28 tahun))


3.24) 'Abdul Karim Al-Tha`i' Lillah (363—381 H/974—991 M (17 tahun))


3.25) Ahmad Al-Qadir Billah (381—422 H/991—1031 M (40 tahun))


3.26) 'Abdullah Al-Qa`im Bi Amrillah (422—468 H/1031—1075 M (44 tahun))


3.27) 'Abdullah Al-Muqtadi Bi Amrillah (468—487 H/1075—1094 M (19 tahun))


3.28) Ahmad Al-Mustaz'hir Billah (487—512 H/1094—1118 M (24 tahun))


3.29) Al-Fadhl Al-Mustarsyid Billah (512—530 H/1118—1135 M (17 tahun))


3.30) Manshur Ar-Rasyid Billah (530—531 H/1135—1136 M (1 tahun))


3.31) Muhammad Al-Muqtafi Li Amrillah (531—555 H/1136—1160 M (24 tahun))


3.32) Yusuf Al-Mustanjid Billah (555—566 H/1160—1170 M (10 tahun))


3.33) Hasan Al-Mustadli` Biamrillah (566—576 H/1170—1180 M (10 tahun))


3.34) Ahmad An-Naashir Lidinillah (576—622 H/1180—1225 M (45 tahun))


3.35) Muhammad Azh-Zhahir Bi Amrillah (622—623 H/1225—1226 M (1 tahun))


3.36) Manshur Al-Mustanshir Billah (623—640 H/1226—1242 M (16 tahun))


3.37) 'Abdullah Al-Musta'shim Billah (640—656 H/1242—1258 M (16 tahun))


Periode Kedua (Kairo (sekarang ibukota Mesir) Sebagai Pusat Kekhalifahan)


3.38) Ahmad Al-Mustanshir Billah II (659—660 H/1261—1262 M (1 tahun))


3.39) Ahmad Al-Hakim Biamrillah I (660—702 H/1262—1302 M (40 tahun))


3.40) Sulaiman Al-Mustakfi Billah II (702—741 H/1302—1340 M (38 tahun))


3.41) Ibrahim Al-Watsiq Billah II (741—742 H/1340—1341 M (1 tahun))


3.42) Ahmad Al-Hakim Biamrillah II (742—753 H/1341—1352 M (11 tahun))


3.43) Abu Bakar Al-Mu'tadhid Billah II (753—764 H/1352—1362 M (10 tahun))


3.44) Muhammad Al-Mutawakil 'Alallah I (764—779 H/1362—1377 M (15 tahun))


3.45) Zakariyya Al-Musta'sim Billah II (779 H/1377 M (kurang dari setahun))


3.46) Muhammad Al-Mutawakil 'Alallah I (779—785 H/1377—1383 M (6 tahun)) kembali menjabat sebagai Khalifah periode ke-2.


3.47) 'Umar Al-Watsiq Billah III (785—788 H/1383—1386 M (3 tahun))


3.48) Zakariyya Al-Musta'shim Billah II (788—791 H/1386—1389 M (3 tahun)) kembali menjabat sebagai Khalifah periode ke-2.


3.49) Muhammad Al-Mutawakkil 'Alallah I (791—809 H/1389—1406 M (17 tahun)) kembali menjabat sebagai Khalifah periode ke-3.


3.50) Al-'Abbas Al-Musta'in Billah II (809—817 H/1406—1414 M (8 tahun)) tidak ada riwayat.


3.51) Dawud Al-Mu'tadhid Billah III (817—845 H/1414— 1441 M (27 tahun))


3.52) Sulaiman Al-Mustakfi Billah III (845—855 H/1441—1451 M (10 tahun))


3.53) Hamzah Al-Qa'im Bi Amrillah (855—860 H/1451—1455 M (4 tahun))


3.54) Yusuf Al-Mustanjid Billah II (860—884 H/1455—1479 M (24 tahun))


3.55) 'Abdul 'Aziz Al-Mutawakkil 'Alallah II (884—903 H/1479—1497 M (18 tahun))


3.56) Ya'qub Al-Mustamsik Billah (903—914 H/1497—1508 M (11 tahun))


3.57) Muhammad Al-Mutawakkil 'Alallah III (914—922 H/1508—1516 M (8 tahun))


3.58) Ya'qub Al-Mustamsik Billah (922—923 H/1516—1517 M) menjabat kembali sebagai Khalifah periode ke-2.


3.59) Muhammad Al-Mutawakkil 'Alallah III (kurang dari setahun) (923 H/1517 M) menjabat kembali sebagai Khalifah periode ke-2.


*****


4. Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah (923—1343 H/1.517–1.924 M) 


Dibentuk oleh bangsa Kesultanan Utsmaniyyah (yang sebelum tahun 1517 M atau 896 H memegang tampuk kekhalifahan) dengan penguasa Kesultanan Utsmaniyah yang mengklaim otoritas khalifah sejak abad ke-14 dan semakin kuat setelah Selim I menjadi khalifah pertama dalam Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah yang menguasai kota suci Mekah dan Madinah, termasuk menaklukan kota Mamluk (salah satu kesultanan di wilayah Mesir).


Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah adalah kekhalifahan Islam terakhir di dunia dan berlangsung hingga akhir abad pertengahan dan awal zaman modern. Namun, Kekhalifahan Utsmaniyah perlahan tergerus oleh Eropa Barat dari segala aspek (politik, militer, ekonomi, dan lain-lain) dan akhirnya berakhir dengan pemisahan serta penghapusan posisi khalifah setelah tahun 1924 M oleh Mustafa Kemal Attaturk.


Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 9 Hijriyah atau abad ke-15 Masehi. Nama-nama para khalifah dalam Kekhalifahan Utsmaniyyah adalah sebagai berikut:


4.1) Selim I (923—927 H/1517—1520 M (3 tahun))


4.2) Sulaiman I (Sulaiman Al-Qanuni) (927—974 H/1520—1566 M (46 tahun))


4.3) Selim II (974—982 H/1566—1574 M (8 tahun))


4.4) Murad III (982—1004 H/1574—1595 M (21 tahun))


4.5) Muhammad III (1004—1012 H/1595—1603 M (8 tahun))


4.6) Ahmed I (1012—1027 H/1603—1617 M (14 tahun))


4.7) Mushthafa I (1027—1028 H/1617—1618 M (1 tahun))


4.8) Osman II (1027—1032 H/1618—1622 M (4 tahun))


4.9) Mushthafa I (1032—1033 H/1622—1623 M (1 tahun))


4.10) Murad IV (1033—1050 H/1623—1640 M (17 tahun))


4.11) Ibrahim I (1050—1059 H/1640—1648 M (8 tahun))


4.12) Muhammad IV (1059—1099 H/1648—1687 M (39 tahun))


4.13) Sulaiman II (1099—1103 H/1687—1691 M (4 tahun))


4.14) Ahmed II (1103—1107 H/1691—1695 M (4 tahun))


4.15) Mushthafa II (1107—1115 H/1695—1703 M (8 tahun))


4.16) Ahmed III (1115—1143 H/1703—1730 M (27 tahun))


4.17) Mahmud I (1143—1168 H/1730—1754 M (24 tahun))


4.18) Osman III (1168—1171 H/1754—1757 M (3 tahun))


4.19) Musthafa III (1171—1187 H/1757—1773 M (16 tahun))


4.20) 'Abdul Hamid I (1187—1204 H/1773—1789 M (16 tahun))


4.21) Selim III (1204—1223 H/1789—1807 M (18 tahun))


4.22) Musthafa IV (1223—1224 H/1807—1808 M (1 tahun))


4.23) Mahmud II (1224—1256 H/1808—1839 M (31 tahun))


4.24) 'Abdul Mejid I (1256—1278 H/1839—1861 M (22 tahun))


4.25) 'Abdul 'Aziz I (1278—1294 H/1861—1876 M (15 tahun))


4.26) Murad V (1294 H/1876 M (kurang dari setahun))


4.27) 'Abdul Hamid II (1294—1328 H/1876—1909 M (33 tahun))


4.28) Muhammad V (1328—1337 H/1909—1918 M (9 tahun))


4.29) Muhammad VI (1337—1341 H/1918—1922 M (4 tahun))


4.30) 'Abdul Mejid II (1341—1343 H/1922—1924 M (2 tahun))


Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah 'Abdul Mejid II. Semenjak tumbangnya khalifah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari 80 tahun tanpa seorang khalifah dan tanpa naungan Kekhalifahan. Keruntuhan Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah di tangan Mustafa Kemal Attaturk membuat perpecahan wilayah kekuasaan Kekhalifahan Bani Utsmaniyyah menyebabkan banyaknya negara berdiri sendiri.


*****


Bekasi, 5 November 2025, 17:22 WIB.

—Andrian Dharma Yudhistira

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Islam: Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a (Khulafaur Rosyidin Pertama)

Sejarah Islam: Sayyidina Bilal bin Rabah Ra (Azan yang Menembus Langit)