Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin)

Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin) Oleh: Ustadz Abu Hakim Al Jawi dan Andrian Dharma Yudhistira Dari suara azan beralih ke pidato komunis. Namanya Ahmad Aidit. Orang Belitung. Bapaknya ulama yang merupakan pendiri sekolah Muhammadiyah. Kampungnya Minangkabau. Dia juga dikenal taat beragama dalam Islam. Masa kecilnya santri yang rajin mengaji. Dulu sebelum ada yang disebut TOA, suaranya lantang dan merdu untuk mengumandangkan azan dan membaca Al-Qur'an. Jadi kalau azan, suara Aidit saja yang menggema ke kampung. Orang kampung bangga karena dia adalah anak dari seorang ulama. Dia juga dikenal sebagai santri yang cerdas. Sorot matanya tajam. Ayat-ayat Al-Qur’an fasih. Dia sering diminta tampil di acara-acara keagamaan. Semua orang yakin dia bakal jadi penerus ayahnya. Dia menjadi tokoh Islam di Belitung. Jadi penggerak dakwah. Namun, Jakarta menelannya. Sekolah Dagang. Dia beralih pindah tinggal di kota besar (metropolitan) dan...

Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam

Gambar
Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam Khilafah merupakan proses penggantian kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, ideologi dalam negara Islam adalah Islamisme yang berarti ajaran Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan hadits Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Sebutan bagi pimpinannya adalah "khalifah" atau "amirul mu'minin" (pemimpin orang-orang beriman). Khilafah bukan ideologi, melainkan istilah yang digunakan dalam proses pemilihan khalifah (pemimpin) oleh para sahabat Nabi Muhammad zaman dahulu kala. Arti khilafah sendiri adalah pengganti. Artinya, khilafah adalah pengganti kepemimpinan untuk memimpin wilayah kekuasaan Islam, bukan pengganti kenabian Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam Islam, khilafah secara umum diartikan sebagai suatu istilah pemilihan kepemimpinan umat Islam untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia, baik melalui lembaga pemerintahan yang dipimpin seorang khalifah, maupun sebagai amanah setiap individ...

Ciri-Ciri Orang Munafik Menurut Dalil Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad Saw

Gambar
Ciri-Ciri Orang Munafik Menurut Dalil Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad Saw Oleh: Andrian Dharma Yudhistira Kata "munafik" berasal dari akar kata nafaaqo – yunfiquun – nifaaqon yang bermakna "menampakkan sesuatu dan menyembunyikan kebalikannya". Dalam bahasa Arab, istilah ini berasal dari kata "nafiqa'", yaitu lubang tersembunyi yang dibuat oleh hewan (seperti tikus gurun) untuk melarikan diri. Hewan itu keluar dari lubang lain bila lubang utama ditutup, maka orang-orang munafik diberi perumpamaan demikian karena ia selalu mencari jalan keluar dari kebenaran dan menipu orang dengan menyembunyikan kekufurannya. Secara bahasa etimologi, dalam Lisan Al-‘Arab (Ibnu Manzhur, juz 10, hlm. 358), dijelaskan bahwa "An-Nafaq" adalah lubang yang memiliki dua jalan keluar, satu tampak dan satu tersembunyi. Dari situlah istilah "munafik" digunakan, karena ia menampakkan iman dan menyembunyikan kekufuran. Menurut istilah syariat Islam, munaf...

Sejarah Islam: Sayyidina Nu'aiman bin 'Amr r.a (Orang yang Selalu Membuat Nabi Tertawa)

Gambar
Sejarah Islam: Sayyidina Nu'aiman bin 'Amr r.a (Orang yang Selalu Membuat Nabi Tertawa) Nama lengkapnya adalah Nu‘aiman bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri. Dia berasal dari kaum Anshar (penduduk asli Madinah dari sebelum hijrahnya Nabi Muhammad Saw) dari Bani An-Najjar dan ikut serta dalam Perang Badar. Yang membuat Nu‘aiman bin 'Amr r.a istimewa di mata Nabi Muhammad Saw bukan hanya karena keberaniannya di medan perang, tetapi juga selera humornya yang luar biasa.  Hampir semua sahabat Nabi Muhammad Saw mengenal Nu‘aiman bin 'Amr r.a sebagai "orang paling lucu di Madinah". Nu‘aiman bin 'Amr r.a dikenal sering membuat orang tertawa, bahkan Nabi Muhammad Saw sendiri sering tertawa karena ulahnya. Bedanya dengan candaan biasa, Nu‘aiman bin 'Amr r.a tidak pernah berdusta atau menghina orang lain. Candanya selalu cerdas, ringan, dan bermakna. Suatu hari, Nabi Muhammad Saw mengutus Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a menuju Syam untuk berniaga. Sebelum berangkat, ...

Sejarah Islam: Sayyidina Abu Hurairah Ra (Bapak Anak Kucing dan Penjaga Hadits Nabi Muhammad Saw)

Gambar
Sejarah Islam: Sayyidina Abu Hurairah Ra (Bapak Anak Kucing dan Penjaga Hadits Nabi Muhammad Saw) Di sebuah desa kecil di Yaman Selatan, dari kabilah Daus, lahirlah seorang anak laki-laki sederhana. Dia diberi nama Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dausi Al-Yamani (عبد الرحمن بن صخر الدوسي اليمني). Orang-orang sekitarnya menyebutnya dengan nama ‘Abd Syams bin Shakhr. Sejak kecil, Abu Hurairah tumbuh dalam kesederhanaan. Dia gemar bermain di ladang. Di antara teman-temannya, ia dikenal lembut dan penyayang terhadap hewan, tak terkecuali terhadap tumbuhan. Pada intinya, Abu Hurairah Ra memiliki prinsip menjadi penyayang kepada sesama makhluk. Ketika berita tentang seorang nabi yang diutus dari Makkah sampai ke telinga sukunya, Abu Hurairah mendengarkan kisah itu dengan rasa ingin tahu. Pemimpin sukunya, Tufail bin ‘Amr Ad-Dausi, pergi ke Makkah, lalu kembali membawa cahaya Islam ke Yaman. Dengan penuh hikmah, Tufail mengajak kaumnya untuk beriman kepada Alloh dan rosul-Nya. Abu Hurairah Ra muda ...

Sejarah Islam: Sayyidina Bilal bin Rabah Ra (Azan yang Menembus Langit)

Gambar
Sejarah Islam: Sayyidina Bilal bin Rabah Ra (Azan yang Menembus Langit) Angin gurun bertiup lembut di atas bukit pasir Makkah yang membawa debu yang beterbangan di langit Makkah. Di balik bayang-bayang Ka'bah, seorang lelaki berkulit hitam berdiri, matanya berkaca-kaca menatap ke arah rumah suci (rumah Nabi Muhammad Saw) itu. Dialah Bilal bin Rabah yang menjadi budak dari Umayyah bin Khalaf. Bilal bin Rabah Ra adalah orang Makkah dari seorang ibu budak asal Habsyi dan ayah Arab. Ia besar di bawah pengawasan keluarga Umayyah bin Khalaf, salah satu tokoh Quraisy yang paling keras menentang Nabi Muhammad Saw. Saat Islam mulai disebarkan secara diam-diam, bisikan kebenaran mulai meresap ke hati-hati yang bersih. Termasuk hati Bilal bin Rabah Ra yang tersentuh dengan kehadiran Nabi Muhammad Saw. Dalam diamnya, semenjak mengetahui Nabi Muhammad Saw membawa agama penuh kedamaian, dia mulai memendam cinta kepada Nabi dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Malam-malam sunyi, ketika para tua...