Postingan

Sejarah Islam: Sayyidina 'Umar bin Khaththab r.a (Khulafaur Rosyidin Kedua)

Gambar
  Sejarah Islam: Sayyidina 'Umar bin Khaththab r.a (Khulafaur Rosyidin Kedua) “Demi Allah, andai seekor keledai terperosok di Irak, aku khawatir Allah akan menanyai aku, ‘Mengapa tidak kau perbaiki jalan untuknya, wahai 'Umar?’” —Sayyidina 'Umar bin Khaththab r.a ***** Di kota Makkah yang tandus nan mulia, sekitar tahun 584 Masehi, lahirlah seorang bayi dari keluarga terpandang suku Quraisy, bani ‘Adi. Bayi itu diberi nama Umar bin Khaththab. Ayahnya, Khaththab bin Nufail yang dikenal sebagai lelaki yang keras dan tegas. Ibunya adalah Hantamah binti Hasyim yang berasal dari keluarga terhormat. Sejak kecil, Sayyidina 'Umar bin Khaththab r.a tumbuh dengan tubuh yang kuat, semangat tinggi, dan kecerdasan yang luar biasa. Di masa mudanya, Sayyidina 'Umar bin Khaththab ra dikenal sebagai sosok pemberani dan tangguh. Dia belajar membaca dan menulis—kemampuan yang langka di masa itu—dan banyak bergaul dengan para pemuka Quraisy. Karena kepandaiannya, dia dipercaya menj...

Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin)

Pentingnya Mengkaji Politik Islam dan Syariat Secara Kaffah (Keseluruhan Secara Lahir Batin) Oleh: Ustadz Abu Hakim Al Jawi dan Andrian Dharma Yudhistira Dari suara azan beralih ke pidato komunis. Namanya Ahmad Aidit. Orang Belitung. Bapaknya ulama yang merupakan pendiri sekolah Muhammadiyah. Kampungnya Minangkabau. Dia juga dikenal taat beragama dalam Islam. Masa kecilnya santri yang rajin mengaji. Dulu sebelum ada yang disebut TOA, suaranya lantang dan merdu untuk mengumandangkan azan dan membaca Al-Qur'an. Jadi kalau azan, suara Aidit saja yang menggema ke kampung. Orang kampung bangga karena dia adalah anak dari seorang ulama. Dia juga dikenal sebagai santri yang cerdas. Sorot matanya tajam. Ayat-ayat Al-Qur’an fasih. Dia sering diminta tampil di acara-acara keagamaan. Semua orang yakin dia bakal jadi penerus ayahnya. Dia menjadi tokoh Islam di Belitung. Jadi penggerak dakwah. Namun, Jakarta menelannya. Sekolah Dagang. Dia beralih pindah tinggal di kota besar (metropolitan) dan...

Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam

Gambar
Sejarah Islam: Zaman Kekhalifahan Islam Khilafah merupakan proses penggantian kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, ideologi dalam negara Islam adalah Islamisme yang berarti ajaran Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan hadits Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Sebutan bagi pimpinannya adalah "khalifah" atau "amirul mu'minin" (pemimpin orang-orang beriman). Khilafah bukan ideologi, melainkan istilah yang digunakan dalam proses pemilihan khalifah (pemimpin) oleh para sahabat Nabi Muhammad zaman dahulu kala. Arti khilafah sendiri adalah pengganti. Artinya, khilafah adalah pengganti kepemimpinan untuk memimpin wilayah kekuasaan Islam, bukan pengganti kenabian Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. Dalam Islam, khilafah secara umum diartikan sebagai suatu istilah pemilihan kepemimpinan umat Islam untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia, baik melalui lembaga pemerintahan yang dipimpin seorang khalifah, maupun sebagai amanah setiap individ...

Sejarah Islam: Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a (Khulafaur Rosyidin Pertama)

Gambar
Sejarah Islam: Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a (Khulafaur Rosyidin Pertama) Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Ka‘ab At-Taimi Al-Qurasyi, lebih dikenal dengan gelarnya Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a. Dia berasal dari kabilah Quraisy, yaitu suku yang sama dengan Nabi Muhammad Saw. Julukannya "Ash-Shiddiq" (الصدّيق) diberikan oleh Nabi Muhammad Saw karena ia selalu membenarkan setiap perkataan Nabi Muhammad Saw tanpa ragu sedikit pun. Termasuk saat peristiwa Isra’ Mi‘raj, ketika banyak orang mendustakan Nabi Muhammad Saw. Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a termasuk orang pertama yang masuk Islam dari kalangan laki-laki dewasa. Dia berdakwah dengan penuh kelembutan. Melalui tangannya, banyak tokoh besar masuk Islam. Beberapa di antaranya adalah Sayyidina Utsman bin ‘Affan r.a, Sayyidina Zubair bin Awwam r.a, Sayyidina Abdurrahman bin ‘Auf r.a, Sayyidina Sa‘ad bin Abi Waqqash r.a, dan Sayyidina Thalhah bin Ubaidillah r.a. Sayyidina Abu Bakr Ash-Shidd...